Sharapova Merambah ke Sugarpova

Kompas.com - 22/08/2012, 16:26 WIB

KOMPAS.com — Maria Sharapova sudah menjadi idola dan kekasih di arena tenis. Kini, pemain berparas cantik dengan rambut pirang tersebut merambah ke dunia bisnis, khususnya permen.

Petenis berusia 25 tahun itu baru saja meluncurkan permen dengan nama Sugarpova pada Senin (20/8/2012). Layaknya Sharapova selalu tampil memesona dan menarik, permen itu pun dikemas dengan penampilan yang menarik penuh warna. Ada yang berwarna kuning menyerupai bola tenis, ada pula yang berbentuk bibir, sepatu hak tinggi, kacamata, dompet, dan masih banyak lagi.

Permen-permen cantik Sugarpova itu sudah mulai dijual di butik It'Sugar, begitu juga secara online, dan di toko Henri Bendel. Transaksi sudah mulai terlaksana sejak peluncuran yang berlangsung di New York.

Kepada majalah Hamptons, Sharapova mengatakan, "Saya selalu memiliki gairah untuk makanan, dan saya juga memiliki gigi yang manis. Saya ingin memiliki kesempatan sebanyak yang saya bisa raih dalam karier saya, sementara saya memiliki waktu dan energi dan juga mengatur karier saya ketika bermain tenis."

Juara Grand Slam Perancis Terbuka ini menambahkan bahwa ide untuk membuat Sugarpova ini murni lahir dari manajernya.

"Saya pikir itu sangat lucu dan sangat kreatif," ujarnya. "Selama dua tahun terakhir, saya menyukai rasa yang berbeda dari permen. Saya pikir kenapa tidak membuat sesuatu yang saya bisa memilikinya sendiri? Untuk memiliki sesuatu yang 100 persen adalah sesuatu yang saya benar-benar ingin memiliki pengalaman."

Meskipun merambah ke dunia bisnis, Sharapova meyakinkan bahwa dia takkan meninggalkan dunia olahraga yang membesarkan namanya. Pemain nomor tiga dunia ini masin berambisi meraih sejumlah kesuksesan.

"Tidak ada lagi yang telah saya lakukan memberi saya dorongan yang sama, kegembiraan itu, perasaan untuk bersaing," ujarnya. "Setiap pertandingan di lapangan kompetitif, tetapi di tenis seperti olahraga individual sehingga rasanya spektakuler ketika Anda mencapai hal-hal yang Anda benar-benar kerjakan."

Tentu saja, petenis dengan desahan keras saat bermain ini masih menyimpan sedikit kekecewaan karena gagal meraih medali emas di Olimpiade London 2012 lalu. Dia berhasil mencapai final, tetapi menyerah dari petenis Amerika Serikat, Serena Williams, sehingga harus puas dengan raihan medali perak.

Kini, Sharapova mempersiapkan diri menghadapi grand slam akhir tahun di Flushing Meadows, AS Terbuka. Grand slam lapangan keras itu mulai bergulir 27 Agustus sampai dengan 9 September mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau